Selamat datang di BLOG WIRANIAGA TOYOTA PERTAMA di Surabaya | Komitmen kami: memberikan pelayanan untuk Anda dengan harga terbaik, proses kredit cepat & mudah, serta delivery tepat waktu. Percayakan pembelian mobil Toyota baru Anda pada kami | READY STOCK ALL TYPE: Agya, Avanza, Etios, Innova, Rush, Fortuner, Yaris, Vios, Altis, Camry, Nav1, Hiace, Hilux, Dyna, Land Cruiser, Previa, Alphard, Prius, FT 86

Review Toyota Avanza : Transmisi Baru Guna Memudahkan Pengemudinya

harga avanza baruToyota Avanza mencatatkan diri sebagai salah satu produk Toyota yang menjadi primadona di Indonesia, sejak dirilis enam tahun lalu. Avanza bergabung dengan kesuksesan Corolla dan Kijang (termasuk Innova). Populasi Avanza sangat mencengangkan dengan mencetak penjualan lebih dari 408.914 unit (2004- Januari 2010). Puncaknya terjadi pada tahun lalu dengan 101.179 unit penjualan dari Toyota Avanza.

Avanza sangat sukses berkat strategi harga yang tepat, citra kuat Toyota, dan tentunya karena inilah mobil keluarga tujuh penumpang (MPV) yang memang diminati konsumen Indonesia, karena dapat mengangkut banyak anggota keluarga. Selain itu, harga Kijang (Innova) yang meroket membuat Avanza lebih dipilih oleh segmen menengah dan konsumen yang baru pertama membeli mobil.

Di kelas MPV ekonomis, strategi harga Avanza yang berbagi platform dengan Daihatsu Xenia yang juga sangat sukses harus menghadapi Suzuki APV dan Mitsubishi Maven. Avanza ditawarkan mulai dari Rp 137,5 juta (E MT) hingga Rp 176,1 juta (S AT). Avanza E dan Avanza G dibekali mesin 1,3 liter VVT-i, sementara Avanza S bersenjatakan dapur pacu 1,5 liter VVT-i.

Jika sebelumnya hanya Avanza S yang ditawarkan dengan transmisi otomatis dan manual, sejak akhir tahun lalu pilihan transmisi otomatis juga dimiliki Avanza G. Penawaran transmisi otomatis ini tidak terlepas dari meningkatnya permintaan mobil bertransmisi otomatis, akibat meningkatnya kepadatan lalu-lintas. Apakah dengan senjata baru ini, Avanza akan semakin sukses?

DESAIN & REKAYASA
Bentuk Avanza tidak serupa dengan MPV ekonomis lain yang masih menganut prinsip "boxy" dan semi-bonnet. Desain bodi Avanza terasa orisinal, serta cocok untuk digunakan ke berbagai kegiatan, dari bekerja, berbelanja, mengantar anak sekolah, berwisata, hingga resepsi pernikahan.

Menunjang aksentualitas, ornamen krom menempel di tubuh Avanza, mulai grill depan (E, G, S), garnish tatakan pelat nomor belakang (G, S), door handle (S), rumah kaca spion (S), serta tak ketinggalan sepasang fog lamp (S).

Berbeda dengan kompetitornya, Avanza baru memiliki bonnet sungguhan, bukan semi-bonnet yang sekadar sebagai tempat radiator dan reservoir rem. Kekhasan desain ini juga membuat pihak Toyota enggan mengubahnya secara radikal dalam dua kali kesempatan facelift.

Ditilik dari ukurannya, Avanza lebih pendek dan kalah lebar dari Suzuki APV GX. Avanza memiliki panjang 4.120 mm (APV 4.225 mm) dan lebar 1.635 mm (APV 1.655 mm). Uniknya, meski bertubuh lebih kecil, Avanza memiliki sumbu roda lebih panjang, (2.655 mm vs 2.625 mm) dan radius putar lebih kecil (4,7 m vs 4,9 m). Hal tersebut mengindikasikan bahwa Avanza lebih gesit dan cekatan dibanding rivalnya.

Avanza berdiri di atas chassis semi-monocoque dan mengenakan roda 185/70 R14. Mobil ini menganut struktur kaki-kaki MacPherson strut dengan pegas spiral dan stabilizer untuk haluan, dan 4-link pegas spiral berikut lateral rod di buritan. Menilik komposisi kaki-kakinya, sekilas mobil ini menawarkan handling yang cukup di kelasnya. Untuk Avanza G, rangkaian rem depan tersedia cakram dan drum (tromol) di belakang, serta non-ABS.

Chassis Avanza unik karena menggabungkan chassis mono-coque dengan frame. Toyota menamakannya chassis uni-body atau semi-monocoque. Pada dasarnya memiliki frame di bagian depan yang disambung ke bodi atas. Dengan sistem ini, bodi dan frame tidak bisa dipisahkan. Berbeda dengan mobil-mobil full frame seperti Innova dan Fortuner.

Pemilihan chassis uni-body disebabkan Avanza disiapkan untuk membawa penumpang dan barang, mcngingat kodratnya sebagai MPV. Perkawinan silang ini membuat bobotnya pun terpangkas jika dibandingkan mobil-mobil ber-chassis frame, dan tentunya konsumsi bensin dapat ditekan. Keuntungan lainnya adalah Avanza tetap berdimensi ringkas (compact) dan tidak terlalu tinggi.

INTERIOR
Di dalam kabin, Avanza menawarkan ruang yang cukup lega untuk mengakomodir tujuh penumpang. Meski promosinya dapat memuat tujuh penumpang, toh, untuk perjalanan jauh kami merasa bangku baris ketiga lebih tepat jika dipakai oleh anak-anak.

Interior didominasi material plastik dan semua jok dilapisi bahan fabric. Kontrol-kontrol terbilang mudah untuk diakses dan dioperasikan.

Desain kabinnya pun sederhana. Pada bagian tengah dashboard terdapat unit utama audio, dua kontrol AC (speed dan suhu) model putar yang sangat sederhana, lubang penyimpanan tiket tol, jam digital berdesain biasa, socket lighter yang bisa dipakai untuk charger handphone, wadah multiguna di bawah sistem audio, serta tombol lampu hazzard.

Beruntung, sajian warna lembut, dan tidak terlalu gelap, cukup menolong tampilan kabin secara keseluruhan.

Untuk Avanza G ini, terdapat indikator posisi gear dengan susunan vertikal pada meter cluster.

Sayangnya, sistem audio Avanza ini masih menganut single din dan hanya mampu memutar kaset dan radio AM/FM. Maaf, bagi Anda yang ingin memutar CD berformat MP3/WMA harus mengganti sistem utama audio lebih dahu-lu atau menambah CD changer.

Kondisi leg room pengemudi dan penumpang cukup baik. Begitu pula dengan head roomnya, cukup menawarkan keleluasaan. Shoulder room cukup lega karena trim pintu yang tidak terlalu tebal. Bagi beberapa pengemudi, untuk mendapatkan driving position ideal tidak terlalu susah, namun dengan tidak adanya pengatur ketinggian jok (height adjuster) dan tilt-reach steering di semua jajaran Avanza, tidak sedikit pula pengemudi yang agak susah mendapatkan posisi ideal.

Leg room jok baris kedua memuaskan, dan sandaran punggung dapat bergerak dengan bebas. Namun, ketika jok baris ketiga terlipat ke depan, Anda akan menemukan pergerakan sandaran punggung yang sangat terbatas.

Avanza menyediakan beberapa ruang penyimpanan universal, seperti setiap pintu samping dibekali satu door pocket, dan satu lubang untuk menyimpang botol minuman di bawah kisi AC di depan pengemudi.

PERFORMA
Jantung mekanis yang diusung Avanza ini sama dengan milik Avanza G MT. Mesin 4-silinder berkode K3-VE memiliki kapasitas 1.298 cc, DOHC, plus teknologi VVT-i, terasa ekonomis dan bertenaga. Semburan 92 hp pada 6.000 rpm dan torsi 119 Nm pada 4.400 rpm ini serupa dengan Avanza G MT.

Performa dari mesin disalurkan ke semua roda belakang melalui transmisi otomatis 4-speed. Jenis transmisinya serupa yang dimiliki Avanza S AT, tetapi berbeda final gear ratio: Avanza G AT 5,571 sedangkan Avanza S AT 5,125. Artinya, final gear ratio Avanza G AT lebih besar 0,446 dari Avanza S AT.

Perbedaan itu memang dirancang oleh Toyota agar transmisi otomatisnya mampu mengimbangi mesin kecilnya dengan tidak membebani akselerasi. Dengan kata lain, putaran mesin tetap ringan dan kinerja mobil memuaskan.

Bahkan, jika memperhatikan data road test kami, akselerasi Avanza G AT mampu mengasapi Mitsubisi Pajero Sport AT 2WD yang bermesin diesel 2,5 liter turbocharger, untuk jarak 0-402 m. Jika Pajero Sport membutuhkan waktu 20,6 detik, maka Avanza ini perlu 19,2 detik dengan kecepatan puncak 117,6 kpj.

Dengan memainkan shift gate dari posisi L, Avanza mampu melesat hingga 156 kpj pada performance box (alat ukur kami) atau sekitar 165 kpj di speedometer. Untuk akselerasi 0-100 kpj, Avanza G AT menyudahinya dalam 14,9 detik, relatif cepat untuk ukuran MPV kecil bertransmisi otomatis.

Karakter mesin Avanza mulai terbaca saat putaran mesin bermain di atas 2.500 rpm, performanya konstan hingga angka 6.000 rpm. Mesin ini berkarakter putaran tinggi, tak heran jika putaran bawahnya agak kurang responsif, khususnya jika hanya mengandalkan gear D semata. Di sini perlu memainkan transmisinya agar performa mesin bisa lebih terasa.

PENGENDARAAN DAN PENGENDALIAN
Sistem transmisi otomatis Avanza ini tidak memiliki shift lock, namun mobil tetap bisa digeser ketika parkir paralel. Anda dimudahkan pula dalam menyalakan mesin: tanpa harus menginjak pedal rem dan menaruh posisi tuas di P atau N. Skema perpindahan gear berdesain gate type shift lever, alurnya dibuat zig-zag, bertujuan agar lebih aman dan akurat.

Jika dilihat secara teknis, mulai dari kapasitas mesin, jumlah percepatan transmisi, serta suspensi, Avanza ini terbilang lincah membelah lalu-lintas perkotaan. Pada kecepatan rendah dan putaran mesin sedang, transmisi otomatisnya sangat menolong. Perpindahan gear-nya pun halus dan tidak menyentak, meski deru mesin meraung agak keras.

Avanza 1.3 AT cukup mengakomodir kebutuhan pengguna di dalam kota. Kestabilan dan handling cukup ampuh menembus lalu-lintas perkotaan, atau dengan kecepatan di bawah 100 kpj.

Lebih dari itu, atau kisaran 120 kpj, kinerja suspensi akan menurun. Gejala body roll yang timbul semakin besar, terlebih saat mobil ini bersebelahan dengan kendaraan yang lebih besar. Selain itu, para penumpang Avanza seolah "ditendang" dari joknya ketika mobil melibas permukaan bergelombang. Inilah salah satu kritik terbesar untuk Avanza.

MEMBELI DAN MEMILIKI
Dengan banderol Rp 163,8 juta, posisi tawar Avanza G 1.3 AT berada di atas Daihatsu Xenia 1.3 XT AT dan di bawah Suzuki APV GX Arena AT. Pertimbangan harga memang senjata utama Toyota, mengingat target konsumen yang ditujunya.

Secara utilitas, memang MPV ini memiliki kapasitas 7-seater. Namun, bangku baris ketiganya lebih enak dipakai oleh anak-anak untuk perjalanan jauh. Bagi kami, posisi duduk yang terenak, berada di jok depan, baik penumpang maupun pengemudi. Sementara itu, dimensi yang compact membuat mobil ini andal di perkotaan.

Sayangnya, meski terbilang kendaraan yang cukup ideal untuk keluarga kecil, mobil ini hanya dibekali sabuk pengaman pre-tensioner dan rem cakram depan, serta rem non-ABS. Kami mencatat jarak pengereman Avanza ini pada kecepatan 80 kpj di permukaan aspal kering yaitu 31,5 m, dan membutuhkan waktu 3,1 detik untuk berhenti.

Satu hal yang patut dipuji adalah konsumsi bensinnya yang cukup irit. Untuk dalam kota meraih 10,3 kpl, kombinasi 10,8 kpl, dan luar kota 11,4 kpl.
Rasanya Avanza akan terus meroket.

SEJARAH
MPV buatan Indonesia ini mengambil kosa kata italia, 'avanzato', yang berarti 'peningkatan'. Avanza pertama kali diperkenalkan pada bulan Desember 2003 dengan mengusung mesin K3-DE, 1,3 liter, DOHC dan memiliki dua varian model E dan G. Pada Agustus 2004, Toyota menghadirkan varian baru Avanza S AT, berkode mesin baru K3-VE, VVT-i. Varian-varian tersebut dipasarkan hingga Oktober 2006.

Avanza 1.3 minor change lahir pada Juli 2006, tampil dengan desain bumper baru, mesin K3-VE, VT-i, dengan standar emisi Euro2 dan penyempurnaan sistem suspensi, serta hanya tersedia dalam transmisi manual. Regenerasi kembali hadir Oktober 2008, dengan perubahan desain bumper, roof lining, dan model gate baru pada transmisi otomatisnya. Sedangkan Avanza G 1.3 versi transmisi otomatis diperkenalkan November 2009 silam.

Avanza 13 G AT VVT-i: Pantas menjadi mobil keluarga yang bisa diandalkan.

PENILAIAN AUTOCAR : ****

Berada di tengah rivalnya, Avanza 1.3 G AT menawarkan kepraktisan dan banderol yang cukup kompetitif. Tak bisa dipungkiri, nama besar Toyota secara langsung menjamin nilai dari mobil ini.

Pemasangan transmisi otomatis dengan gear ratio yang baru membuat performa dan konsumsi bensin menjanjikan. Sayangnya, dua nilai keunggulan tersebut kurang di imbangi kinerja suspensi yang stabil. Walhasil, diperlukan trik tertentu saat mengendarai mobii ini agar dapat merasakan karakterterbaiknya.

Satu lagi, jok baris ketiga lebih nyaman digunakan oleh anak-anak pada perjalanan jauh.

CATATAN PENGUJI

INDRA PABOWO
Sebagai mobil keluarga, Avanza ini masih patut dimiliki, namun berikan sistem audio yang bisa memutar CD/MP3/WMA.

BAYU ARYA
Pemasangan transmisi otomatis sangat menolong utilitas mobil di perkotaan. Kepraktisan dan nama besar memperkuat value.

AKBAR BAKTI
Performa mesin sudah cukup baik. Avanza masih perlu pembenahan sistem suspensinya agar lebih stabil dan nyaman.

JOBS FOR THE FACELIFT
- Perbaiki kinerja suspensi
- Sebaiknya rangkaian rem dilengkapi ABS
- Desain ulang spion untuk meminimalkan blind spot.

* Toyota Launching Avanza 1.3 E Otomatis

Untuk informasi Toyota Avanza terbaru, silahkan klik dibawah ini:
Harga AvanzaInterior AvanzaEksterior AvanzaFitur Keselamatan AvanzaFitur Kenyamanan AvanzaSpesifikasi AvanzaPilihan Warna AvanzaFoto Gambar AvanzaKredit AvanzaBrosur AvanzaPanduan AvanzaAksesoris Avanza
Untuk pemesanan Toyota Avanza Baru, silahkan klik dibawah ini:
PT. Liek Toyota - Dealer Toyota Surabaya, Jawa Timur


Related Posts by Categories



0 comments: on "Review Toyota Avanza : Transmisi Baru Guna Memudahkan Pengemudinya"