Selamat datang di BLOG WIRANIAGA TOYOTA PERTAMA di Surabaya | Komitmen kami: memberikan pelayanan untuk Anda dengan harga terbaik, proses kredit cepat & mudah, serta delivery tepat waktu. Percayakan pembelian mobil Toyota baru Anda pada kami | READY STOCK ALL TYPE: Agya, Avanza, Etios, Innova, Rush, Fortuner, Yaris, Vios, Altis, Camry, Nav1, Hiace, Hilux, Dyna, Land Cruiser, Previa, Alphard, Prius, FT 86
Latest Posts

Sales Dealer Toyota Tegal, Jawa Tengah - 0821 3730 0600

Sales Dealer Toyota Tegal, Jawa Tengah

Contact Person Sales / Wiraniaga Toyota cover area: Tegal, Brebes, Slawi, Bumi Ayu

Wiraniaga Toyota cover area: Tegal, Brebes, Slawi, Bumi Ayu
BUDI SANTOSO
Sales Executive Toyota
Nasmoco Toyota Tegal

Jawa Tengah

 0821 3730 0600
0877 3000 7268
0857 4114 0068
PIN BB 29D4B2D3
email: moh.imambudisantoso@gmail.com
:: premium membership: 27 Januari 2015 - 27 April 2015 ::

Untuk Mendapatkan Informasi, Promo, Diskon, Cash Back, Cicilan, Kredit, DP Ringan, dan, Harga Mobil Baru Toyota New, untuk wilayah Dealer Toyota Tegal, Brebes, Slawi, Bumi Ayu - Jawa Tengah, silahkan menghubungi Budi secara langsung..



Bagi Sales Toyota yang berminat untuk promosi di web ini silahkan mengajukan permohonan kerja sama ke alamat email sales@belitoyota.com

Dengan memilih salah satu jenis member yang sudah disediakan seperti di bawah :
  1. Premium Membership. Foto dan Nomer Telepon anda akan diupload di sini. Pelanggan dapat menghubungi langsung kepada anda untuk informasi yang mereka butuhkan.
  2. Free Membership. tanpa biaya (Gratis). Tidak ada yang kami tampilkan/upload di sini. Anda hanya akan masuk pada daftar database kami. Keuntungannya adalah: Anda akan menerima email atau SMS dari prospek/calon pembeli. yang di teruskan oleh kami. Jika anda memenuhi kriteria kami.

read more...

Kenali Penyebab Mesin Overheating

Teliti Penyebab Overheating
Mesin overheating bisa jadi penyebab banyak masalah yang bisa sangat merepotkan. Sangat beresiko mengabaikan sinyal overheating yang diberikan mobil. Karena bisa saja mobil mogok saat macet, sehingga anda harus kerepotan mendorong ke pinggir jalan, berurusan dengan mobil derek untuk membawa ke bengkel dan harus merogoh kantong dalam-dalam saat perbaikan.

Agar terhindar dari situasi tidak nyaman itu, kenali penyebab-penyebab overheating.
  1. Kurangnya cairan pendingin/coolant.  Ini penyebab overheating paling sering. Sistem pendingin mobil bekerja dengan mensirkulasikan cairan pendingin ke dalam mesin. Dalam prosesnya cairan pendingin membawa keluar panas yangdihasilkan mesin. Panas ini selanjutnya akan dilepas di radiator.  Jika volume coolant, kurang proses itu tidak berjalan sempurna dan panas mesin akan semakin meningkat. Karena itu, selalu mengecek volume cairan pendingin secara periodik. Pemeriksaan dilakukan pada saat mesin dingin.
  2. Kipas pendingin rusak. Tugas kipas ini adalah mengalirkan udara melewati radiator  saat mobil terlalu lamban untuk menyedot udara dari luar.  Cara gampang untuk mengetes kondisi fan adalah menghidupkan mesin dan biarkan idle beberapa saat. Perhatikan indikator suhu mesin. Jika merambat naik hingga memasuki zona berbahaya, segera buka kap mesin dan lihat apakah fan berputar atau tidak. Jika tidak maka ada dua kemungkinan, fannya rusak atau jaringan kabelnya bermasalah.
  3. Thermostat tidak berkerja optimal. Gejala paling umum dari thermostat yang gagal bekerja adalah overheating saat melaju di tol.  Tapi saat kecepatan rendah, mesin tetap dingin karena mesin tidak bekerja berat sehingga aliran fluida pendingin masih mampu meredam panas mesin. Saat melaju di tol dan mesin bekerja berat,  mesin butuh pendinginan lebih banyak. Jika thermostat tidak bekerja optimal, cairan pendingin tidak cukup banyak mendinginkan mesin.
  4. Jika mobil anda menggunakan fan belt untuk menggerakkan fan, cek kondisinya. Biasanya tipe fan seperti ini lebih murah biaya perawatannya dibandingkan tipe elektrik.
  5. Jika mobil sudah menempuh lebih dari 80.000 km biasanya radiator mulai berkerak dan menyumbat salurannya. Untuk menghindari hal itu, biasakan untuk menguras sistem pendingin setiap tahun sekali.
Mesin overheating bisa jadi penyebab banyak masalah yang bisa sangat merepotkan. Sangat beresiko mengabaikan sinyal overheating yang diberikan mobil. Karena bisa saja mobil mogok saat macet, sehingga anda harus kerepotan mendorong ke pinggir jalan, berurusan dengan mobil derek untuk membawa ke bengkel dan harus merogoh kantong dalam-dalam saat perbaikan.

Agar terhindar dari situasi tidak nyaman itu, kenali penyebab-penyebab overheating.
  1. Kurangnya cairan pendingin/coolant.  Ini penyebab overheating paling sering. Sistem pendingin mobil bekerja dengan mensirkulasikan cairan pendingin ke dalam mesin. Dalam prosesnya cairan pendingin membawa keluar panas yangdihasilkan mesin. Panas ini selanjutnya akan dilepas di radiator.  Jika volume coolant, kurang proses itu tidak berjalan sempurna dan panas mesin akan semakin meningkat. Karena itu, selalu mengecek volume cairan pendingin secara periodik. Pemeriksaan dilakukan pada saat mesin dingin.
  2. Kipas pendingin rusak. Tugas kipas ini adalah mengalirkan udara melewati radiator  saat mobil terlalu lamban untuk menyedot udara dari luar.  Cara gampang untuk mengetes kondisi fan adalah menghidupkan mesin dan biarkan idle beberapa saat. Perhatikan indikator suhu mesin. Jika merambat naik hingga memasuki zona berbahaya, segera buka kap mesin dan lihat apakah fan berputar atau tidak. Jika tidak maka ada dua kemungkinan, fannya rusak atau jaringan kabelnya bermasalah.
  3. Thermostat tidak berkerja optimal. Gejala paling umum dari thermostat yang gagal bekerja adalah overheating saat melaju di tol.  Tapi saat kecepatan rendah, mesin tetap dingin karena mesin tidak bekerja berat sehingga aliran fluida pendingin masih mampu meredam panas mesin. Saat melaju di tol dan mesin bekerja berat,  mesin butuh pendinginan lebih banyak. Jika thermostat tidak bekerja optimal, cairan pendingin tidak cukup banyak mendinginkan mesin.
  4. Jika mobil anda menggunakan fan belt untuk menggerakkan fan, cek kondisinya. Biasanya tipe fan seperti ini lebih murah biaya perawatannya dibandingkan tipe elektrik.
  5. Jika mobil sudah menempuh lebih dari 80.000 km biasanya radiator mulai berkerak dan menyumbat salurannya. Untuk menghindari hal itu, biasakan untuk menguras sistem pendingin setiap tahun sekali.
- See more at: http://www.toyota.astra.co.id/corporate-information/news-promo/news/teliti-penyebab-overheating/#news
Mesin overheating bisa jadi penyebab banyak masalah yang bisa sangat merepotkan. Sangat beresiko mengabaikan sinyal overheating yang diberikan mobil. Karena bisa saja mobil mogok saat macet, sehingga anda harus kerepotan mendorong ke pinggir jalan, berurusan dengan mobil derek untuk membawa ke bengkel dan harus merogoh kantong dalam-dalam saat perbaikan.

Agar terhindar dari situasi tidak nyaman itu, kenali penyebab-penyebab overheating.
  1. Kurangnya cairan pendingin/coolant.  Ini penyebab overheating paling sering. Sistem pendingin mobil bekerja dengan mensirkulasikan cairan pendingin ke dalam mesin. Dalam prosesnya cairan pendingin membawa keluar panas yangdihasilkan mesin. Panas ini selanjutnya akan dilepas di radiator.  Jika volume coolant, kurang proses itu tidak berjalan sempurna dan panas mesin akan semakin meningkat. Karena itu, selalu mengecek volume cairan pendingin secara periodik. Pemeriksaan dilakukan pada saat mesin dingin.
  2. Kipas pendingin rusak. Tugas kipas ini adalah mengalirkan udara melewati radiator  saat mobil terlalu lamban untuk menyedot udara dari luar.  Cara gampang untuk mengetes kondisi fan adalah menghidupkan mesin dan biarkan idle beberapa saat. Perhatikan indikator suhu mesin. Jika merambat naik hingga memasuki zona berbahaya, segera buka kap mesin dan lihat apakah fan berputar atau tidak. Jika tidak maka ada dua kemungkinan, fannya rusak atau jaringan kabelnya bermasalah.
  3. Thermostat tidak berkerja optimal. Gejala paling umum dari thermostat yang gagal bekerja adalah overheating saat melaju di tol.  Tapi saat kecepatan rendah, mesin tetap dingin karena mesin tidak bekerja berat sehingga aliran fluida pendingin masih mampu meredam panas mesin. Saat melaju di tol dan mesin bekerja berat,  mesin butuh pendinginan lebih banyak. Jika thermostat tidak bekerja optimal, cairan pendingin tidak cukup banyak mendinginkan mesin.
  4. Jika mobil anda menggunakan fan belt untuk menggerakkan fan, cek kondisinya. Biasanya tipe fan seperti ini lebih murah biaya perawatannya dibandingkan tipe elektrik.
  5. Jika mobil sudah menempuh lebih dari 80.000 km biasanya radiator mulai berkerak dan menyumbat salurannya. Untuk menghindari hal itu, biasakan untuk menguras sistem pendingin setiap tahun sekali.
- See more at: http://www.toyota.astra.co.id/corporate-information/news-promo/news/teliti-penyebab-overheating/#news
read more...

Teknologi Baru Toyota Safety Sense

Teknologi Baru Toyota Safety Sense
Mulai tahun depan Toyota akan mengadopsi teknologi safety terbaru yang memungkinkan mobil dengan mobil bisa saling berkomunikasi untuk menghindari kecelakaan. Mobil juga bisa berkomunikasi dengan  lampu-lampu lalu lintas dan rambu lainnya.

Teknologi ini akan dipasang mulai akhir tahun depan pada model-model tertentu. Pengemudi akan menerima peringatan suara maupun audio visual ketika ada mobil lain yang beresiko kecelakaan. Rambu-rambu dipersimpangan jalan juga bisa mengabarkan pada mobil kondisi lalulintas dipersimpangan aman atau tidak.

Kelak, National Highway Traffic Safety Administration akan mengharuskan setiap mobil dilengkapi teknologi semacam ini. Menurut lembaga ini teknologi yang dikenal dengan nama V2V ini berpotensi mencegah 600.000 kecelakaan dan 1000 kematian tiap tahun.

Toyota juga terus menyempurnakan teknologi keselamatan Safety Sense agar mobil bisa secara aktif menghindari kecelakaan. Pada akhir 2017 Toyota akan meluncurkan Safety Sense di sejumlah model. Penyempurnaannya meliputi penambahan laser dan millimeter-wave radar untuk membantu fungsi lane-keep assist (yang menjaga mobil tidak berpindah jalur tanpa disengaja) dan collision avoidance (pencegah kecelakaan).

Tambahan lain adalah lampu depan adaptive LED yang bisa menerangi ruang antara mobil dan mobil lain dari depan tanpa menyilaukannya. Toyota akan menawarkan Safety Sense di Jepang sebelum dinikmati pelanggannya di Amerika Serikat dan Eropa.

read more...

Keunikan Sistem Gerak Toyota Fortuner

Mengenal Keunikan Sistem Gerak Toyota Fortuner
Sistem penggerak All-Wheel Drive marak digunakan mobil-mobil mewah saat ini, terutama untuk SUV menengah-atas. Dipadukan dengan komputer canggih, sistem mampu mendistribusikan tenaga ke semua roda sesuai beban atau kondisi jalan yang dilalui.

Fungsinya pun meningkat. Tak hanya berguna untuk medan berat, tetapi juga fungsional sebagai pendukung fitur keselamatan. Sistem penggerak tersebut dengan cerdas membaca kondisi daya cengkram ban, lalu menambah distribusi tenaga pada ban lain yang tak ”terjebak”.

Sistem ini berguna untuk kondisi jalan licin karena air atau kerikil. Semakin solid fungsinya jika melintasi medan bebatuan atau kondisi jalan off-road. Kontrol ban juga menjadi lebih baik, terutama saat berakselerasi atau juga berbelok. Dengan begitu, kestabilan dan respon kendaraan meningkat, serta risiko selip bisa dikurangi.

Misalnya, saat roda kanan depan dan belakang pada tempat basah, otomatis komputer memberikan traksi dan porsi tenaga yang lebih besar untuk roda depan dan belakang sebelah kanan. Contoh lain, mobil dalam kondisi menikung ke kiri, otomatis roda kanan belakang akan mendapatkan tenaga lebih besar.

Salah satu yang menggunakan teknologi ini adalah Toyota Fortuner 4X4 dengan Full Time All-Wheel Drive. Jika tuas diaktifkan ke posisi ”H”, semua roda bergerak dengan distribusi 40:60 pada roda depan dan belakang.

Limited Slip Differential (LSD) dengan sensor torsi membuat sistem mampu mendeteksi kondisi ban. Jika salah satu as roda terjebak lubang atau lumpur, tenaga dipindahkan ke as roda lainnya untuk membantu keluar dari ancaman.

Kelebihan lain
Menariknya, tak seperti AWD pada umumnya, di sistem penggerak Fortuner terdapat pilihan layaknya mobil 4X4 profesional dengan low-range gear. Tuas pemindah sistem gerak di posisi ”HL, mobil bisa digunakan di medan cukup berat. Diferensial tengah dikunci, lalu tenaga dibagi rata antara as roda depan dan belakang. Sementara LSD tidak difungsikan. Daerah perkebunan atau jalanan perbukitan dengan batu dan lumpur adalah ”makanannya”.

Lalu ada tuas dengan posisi ”LL” dipakai untuk off-road berat. Dalam kondisi ini, diferensial tengah tetap dikunci, lalu, perbandingan gigi yang keluar dari transfer case diperbesar. Alhasil, torsi melonjak dan mobil bisa merayap dalam kecepatan rendah. Distribusi tenaga sama besar antara kedua poros membuatnya tidak pernah kehilangan traksi saat merayap naik.

Menariknya, jika digunakan dalam kondisi normal, kendaraan juga bisa bergerak hanya dengan dua roda (2WD) jika posisi tuas dipindah ke N. Artinya, sistem ini menyalurkan tenaga ke seluruh roda bila diperlukan.

read more...