Patuhi Servis 1.000 Km kalau Mau Kijang Innova Aman

Patuhi Servis 1.000 Km kalau Mau Kijang Innova AmanJudul ini bukan mau menakut-nakuti pemilik yang baru beli Kijang Innova. Karena kondisi mobil masih anyar, biasanya suka terlena. Saking enaknya, sesekali kendaraan dibejek mengandalkan putaran mesin yang tinggi. Terlebih didukung tenaga cukup besar, manuver di tikungan pun dilakukan dengan kecepatan sedang atau lebih.

Apalagi beredar informasi kalau mobil-mobil baru sekarang ini tak perlu indreyen lantaran dapur pacu sudah dilengkapi teknologi canggih. Justru PT Toyota Astra Motor, melalui Technical Service Division-Training Department (TSD-TD) coba mengikis informasi keliru itu. "Sekalipun teknologi mobil sudah canggih, indreyen masih tetap ada," tegas Iwan Abdurahman, Section Head TSD-TD PT TAM.

Pasalnya, lanjut Iwan, dalam kondisi baru itu, beberapa komponen butuh penyesuaian. Makanya, oleh pabrikan, masa adaptasi komponen yang paling ideal dikasih sepanjang 1.000 km dan harus segera balik karena bagian-bagian komponen vital akan diperiksa ulang, meski, sebelum diterima konsumen, mobil baru itu sudah melalui pre-delevery inspection (PDI).

Iwan menyarankan kepada pemilik Kijang Innova baru, selama berlangsung masa penyesuaian 1.000 km, ada beberapa hal yang mesti dijaga. Di antaranya memainkan putaran mesin jangan berlebihan. Batas idealnya dari 3.000 sampai 3.500 rpm, kalau melebihi akan mempercepat keausan jeroan mesin.

Makanya, melalui buku Pedoman Pemilik dengan judul "Periode Masa Uji" terdapat 6 butir peringatan agar kendaraan baru tak perlu diuji seperti gaya mengemudi di atas itu. Tujuannya agar menambah penghematan dan keawetan kendaraan untuk pemakaian selanjutnya.

Ketentuan itu;
- Hindari akselerasi dengan gas penuh saat start dan mengendarai
- Hindari memacu mesin
- Cobalah untuk menghindar pengereman mendadak selama 300 km pertama
- Jangan merayap perlahan menggunakan gigi tinggi (transmisi manual)
- Jangan terlalu lama memanteng satu gigi, baik dengan kecepatan cepat atau lambat
- Jangan menarik trailer selama 800 km

Dari butir-butir di atas jelas, seperti yang pertama dan kedua, mengarah ke mesin, seperti yang disebut Iwan. Adapun butir ketiga, "Karena permukaan kanvas rem dan disc brake belum rata. Kalau pedal ditekan secara kasar, bisa menimbulkan keausan yang berlebihan," jelas Iwan.

Sementara itu, gigi tunggal jangan terlalu disiksa. "Kalau bisa, perpindahan dilakukan sesering mungkin, sekalipun kondisi lalu lintas kurang lancar. Jadi, gigi transmisi jangan dipanteng lama, sampai putaran mesin tinggi karena kondisi gigi persneling belum sempurna," lanjutnya.

Maklum, mobil baru semua kondisi terasa masih baru. Makanya, "Kami suka mengontak customer pada minggu pertama setelah menerima mobil baru untuk mengingatkan supaya melakukan servis," bilang Novy Feryanto, Kepala Bengkel PT Tunas Toyota Bintaro. Cara seperti itu juga dilakukan authorized workshop Toyota lainnya.

Jadi, Iwan mengimbau kepada pemilik Innova baru, segera melakukan servis 1.000 km.

Adapun bagian yang diperiksa
1. Semua tali kipas
2. Oli mesin
3. Sistem pendinginan dan pemanas
4. Cairan pendingin mesin
5. Pipa gas buang dan mounting
6. Baterai
7. Sendimeter air (mesin diesel)
8. Asap gas buang
9. Pedal rem dan rem parkir
10. Minyak rem
11. Minyak kopling
12. Minyak power steering13. Suspensi belakang dan depan
14. Ban dan tekanan pompa belakang, termasuk serep
15. Semua lampu, klakson, serta wiper dam washer16. Kekencangan baut dan mur pada sasis dan bodi
17. Refreigerant air conditioner

Komentar