All New Civic Hybrid VS Toyota Prius : Apakah Sudah Saatnya Beralih ?

Dealer Toyota Jakarta UtaraAll New Civic Hybrid VS Toyota Prius : Apakah Sudah Saatnya Beralih ? - Anda mungkin belum menyadari, jika konsep awal mobil hybrid adalah untuk mengurangi polusi di perkotaan. Namun pada beberapa mobil hybrid, bukan hanya kadar emisi yang ditekan, namun banyak energi yang bisa dihemat. All New Civic Hybrid VS Toyota Prius.

Selain ramah lingkungan, tentunya ada pertimbangan lain yang berhubungan dengan konsumsi bahan bakar dan gaya hidup. Alhasil, Prius dikemas dalam desain yang mampu menghadirkan sisi fungsional dalam balutan kemewahan. Bentuknya terlihat seperti perpaduan antara sedan dengan MPV yang sangat kompak. Meski terlihat sederhana, ternyata Prius memiliki hambatan udara (cd) 0,26 (klaim).

Teknologinya pun selangkah lebih maju dibandingkan Civic Hybrid. Prius pun dapat dikatakan sebagai mobil hybrid 'murni'. Maksudnya, motor listrik dan mesin bakar dapat bekerja secara bersamaan maupun sendiri-sendiri. Efeknya, selain emisi gas buang bisa dipangkas, konsumsi BBM pun menjadi sangat efisien.

Berbeda dengan Prius, teknologi hybrid yang dikembangkan Honda lebih menekankan pada rendahnya emisi gas buang. Antara motor listrik dengan mesin bakar tidak dapat bekerja sendiri-sendiri. Berkat bantuan motor listrik, emisi yang dihasilkan tidak setinggi motor bakar konvensional. Efeknya, konsumsi bahan bakar pun tidak seefisien mobil hybrid sejadi layaknya Prius. Namun yang layak diberi acungan jempol adalah, interiornya yang terlihat lebih mewah dibandingkan All New Civic konvensional. Interior berlapis kulit berwarna beige dan penggunaan stir multi fungsi. Jelas ini akan menambah kenyamanan Anda berkendara. Namun sayangnya, fitur keselamatannya tidak selengkap Prius yang punya 8 buah airbags.

Lebih Mengutamakan Emisi
Bila dilihat dari eksterior dan interiornya, antara Honda All New Civic dengan versi hybrid memiliki perbedaan yang tidak begitu signifikan. Bagian luar hanya berheda emblem hybrid di buritan. Peleknya pun berbeda desain. Sedang pada interior terdapat perbedaan pada desain dasbor. Terlebih pada panel meter. Tepat di sebelah indikator rpm terdapat indikator baterai serta informasi kondisi motor listrik. Baik ketika pengisian baterai maupun pada saat motor bekerja.

Perbedaan yang sangat signifikan adalah sumber tenaga yang digunakan pada All New Civic versi hybrid. Pada versi ini, Honda memadukan kerja mesin pembakaran dalam dengan penggunaan motor listrik sebagai pendukungnya. Selain itu, untukmereduksi kadaremisi yang dihasilkan oleh kebanyakan mesin konvensional, diterapkan teknologi air-fuel ratio control system dan high-density catalytic converter. Teknologi tersebut bertugas untuk mereduksi kadar nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), dan substansi berbahaya lain dalam gas buang-nya. Tentunya dengan tujuan emisi gas buang yang bersih.

Mesin pembakaran dalam tersebut dipadukan dengan sistem motor listrik yangdisebut Integrated Motor Assist (IMA). Motor listrik tersebut terkoneksi dengan crankshaft dan letaknya berada di antara flywheel dengan rumah transmisi. Motor listrik-lah yang akan bekerja dan membantu kerja mesin ketika berakselerasi. Jadi, tenaga yang dihasilkan merupakan 'kerja sama' antara mesin pembakaran dalam dengan motor listrik. Sebagai sumber tenaga pada motor listrik, Civic Hybrid menggunakan baterai yang terletak di balik sandaran jok belakang. Proses pengisian ulang baterai, berlangsungsaatdeselerasi maupun pengereman.

Pada saat mobil berhenti dan pedal rem diinjak, mesin berhenti beroperasi.
Tidak Ada Energi Yang Terbuang
Sama dengan mobil hybrid lainnya. Prius menggunakan mesin konvensional. Mesinnya sam seperti milik New Vios. Besarya. karena alasan efisiensi, mesin hanya mampu mengeluarkan tenaga sebesar 76 tk. Tak hanya itu, Prius dilengkapi pula dengan motor Neodymium magnet berbentuk menyerupai huruf V yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 27 tk.

Ada beberapa perangkat pendukung yang bekerja sinergi dengan mesin dan motor listrik antara lain adalah Power Split Device. Tugasnya adalah menentukan kapan saatnya mesin dan motor listrik bekerja sendiri-sendiri atau bersamaan. Selain itu ada pengubah arus searah dari baterai menjadi arus bolak-balik untuk menggerakkan motor (Power Control Unit/Inverter), atau sebaliknya saat motor berubah menjadi generator. Layaknya kendaraan hybrid lainnya Prius juga dibekali dengan baterai nickel-metal hybride (Ni-MH). Sedangkan generatornya mampu berputar hingga 10.000 rpm. Proses pengisian baterai dilakukan pada saat deselerasi, pengereman maupun bantuan dari mesin. Untuk keperluan tersebut Prius dilengkapi dengan sistem yang dapat memanfaatkan energi yang timbul saat pengereman. Hal tersebut digunakan untuk menggerakkan motor yang berubah peran sebagai generator yang mengubah energi perlambatan menjadi listrik (regenerative braking).

Baik dari posisi duduk dan kestabilan, sebenarnya Prius tergolong biasa. Tidak ada yang spesial. Namun kita dapat merasakan keunikan karakter berkendara dari sebuah mobil hybrid. Tanda jika mobil sudah aktif adalah tulisan 'Ready' pada panel meter. Ketika diajak berakselerasi, performa gabungan antara motor dengan mesin akan membuat Anda terkesima dan tidak yakin bahwa Anda sedang mengendarai mobil hybrid. Tidak jauh berbeda dengan New Vios transmisi manual.

KESIMPULAN
1st: Toyota Prius Hybrid
Acungan jempol buat Toyota yang membuat mobil hybrid dengan efisiensi tinggi. Secara desain, Prius memang terlihat kaku. Namun tetap saja ada added value yang dikandungnya, sangat aerodinamis. Kata kunci pada mobil ini adalah gabungan kerjasama mesin konvensional dan motor listrik yang menciptakan emisi yang rendah dan efisiensi bahan bakar yang tinggi. Tak heran bila dunia menjadikannya mobil hybrid terlaris.

2nd: Honda All New Civic Hybrid
Teknologi hybrid yang diterapkan masih tanggung. Lebih pada pengurangan emisi gas buang. Seharusnya Honda bisa menciptakan sesuatu yang lebih.

TOYOTA PRIUS
Pengganti Booster Rem
Pada sistem pengereman, Prius tidak menggunakan booster. Sebagai penggantinya, sistem pengereman pada mobil hybrid terlaris ini diatur oleh sistem elektrik, atau lebih dikenal dengan Brake Control Power (BCP). Ada boks hitam berisi kapasitor yang berada di bagasi, tepat di sebelah aki. Alat tersebut berguna untuk membantu pengereman, terlebih ketika mesin non aktif saat deselerasi. Pengisian listrik pada BCP akan dilakukan ketika deselerasi.

Metode pengujian sama dengan mobil biasa (100 - 0 km/jam). Hanya saja kami mengambil ancang-ancang mulai dari 120 km/ jam. Setelah itu pedal gas diangkat dan otomatis mesin langsung non aktif (terlihat pada monitor di tengah dasbor). Ketika berada di angka 100 km/jam, rem pun diinjak keras. Hasilnya, tidak jauh berbeda dengan performa pengereman mobil yang menggunakan ABS lainnya (3,3 detik @42,3 meter).

Jauhi Warna Oranye
 Ada beberapa perangkat yang harus menjadi perhatian lebih pada Prius. Sebaiknya Anda menghindari bersentuhan langsung dengan semua perangkat yang berwarna oranye. Daerah tersebut memiliki daya listrik yang tinggi. Jika kita tidak mengetahui tata cara berinteraksi dengan perangkat tersebut, bisa jadi akan tersengat listrik. Perangkat yang dilapis plastik berwarna oranye antara lain adalah ujung baterai dan sekitar inverter/konverter.

Saran Jumper
 Lantas bagaimana jika baterai Prius sudah mulai melemah? Pada kondisi darurat sebelum baterai diganti, Anda bisa melakukan Jumper. Caranya, Anda tidak perlu bersusah payah membuka cover belakang di mana aki berada. Toyota sudah menyediakan tempat khusus yang terintegrasi pada fuse boxd sebelah inverter. Buka tutup boks, lalu buka plastik merah seperti penutup kepala aki. Koneksikan kabel jumper pada mur baut yang berada di dalamnya.

Pelindung Sistem Hybrid
 Sistem hybrid pada Prius memiliki 3 sekring dan 1 relay yang berfungsi sebagai pemutus arus ketika terjadi hubungan singkat. Arus pendek bisa terjadi bila terjadi tabrakan. Khusus untuk kasus tabrakan, di dekat inverter terdapat sensor yang memiliki cara.kerja yang sama dengan sensor airbag. Ketika terjadi benturan, secara otomatis sistem kelistrikan hybrid terputus.

CIVIC HYBRID
Emisi Gas Buang Civic Hybrid
Kadar emisi gas buang pada kendaraan normal yang sudah dilengkapi katalitik konverter, masih menghasilkan C02 yang cukup tinggi. Hasilnya akan menurun drastis saat mobil dipergunakan layaknya penggunaan normal seperti kondisi stop and go. Ini kondisi yang buruk. Sedangkan emisi gas buang Civic Hybrid saat idle bisa dikatakan sama dengan ketika melakukan stop and go dan akselerasi. Dari hasil yang dicatat, kendaraan hybrid mampu menekan tingkat emisi hingga 43 %.

Ketika baterai dimatikan, emisinya sama dengan saat baterai aktif. Ini dimungkinkan karena mobil hybrid tidak dilengkapi perangkat pemicu untuk berakselerasi, seperti sebuah program akslerasi yang mampu memberikan bahan bakar lebih gemuk saat pedal gas ditekan. Terlebih mesin tersebut mengadopsi teknologi drive by wire. Jadi amatlah mudah bagi ECU untuk mengatur rasio udara dan bahan bakar pada kondisi terbaik. Karena itu pula ECU dapat dengan mudah mengatur besarnya bukaan throttle, akibatnya mesin terasa lamban saat berakselerasi.

Berbeda saat motor listriknya aktif, akselerasi cukup baik seperti mobil pada umumnya. Ini sebagai bukti bahwa motor bakar atau mesin berbahan bakar bensin yang dipergunakan memiliki spesifikasi yang sangat berbeda dengan umumnya mesin mobil konvensional. Sistem sensor pengukur CO, C02, NOx dan HC. Hasil pembakaran sempurna mesin adalah C02 dan H20. H20 sendiri jelas tidak berbahaya. Gas buang yang berbahaya adalah CO, NOx dan HC. Kadar CO dan HC menunjukan kualitas pembakaran, semakin tinggi kadarnya semakin buruk proses pembakaran yang terjadi. Untuk menghindari CO, HC dan NOx, saat ini telah ada katalitik konverter. Tugasnya mengubah CO menjadi C02, HC menjadi C02 dan H20, sedangkan NOx menjadi gas nitrogen.

Uji Orientasi BBM
Ada sedikit hal yang menarik pada Civic Hybrid dikemudikan macetnya lalu lintas. Motor listrik yang terdapat pada Civic Hybrid berfungsi pula saat proses stop and go. Mesin akan tiba-tiba mati ketika pedal rem diinjak. Namun AC dan tape masih berfungsi seperti biasanya. Kerja mesin untuk sementara digantikan motor listrik. Ketika pedal gas ditekan maka mesin kembali aktif seperti sedia kala. Bisa jadi hal tersebut merupakan indikasi penghematan bahan bakar ketika melalui kemacetan. Konsekuensinya kaki Anda harus setia menginjak pedal rem.

Daerah Terlarang
Tepat di belakang sandaran jok baris kedua terdapat sebuah cover terbuat dari aluminium sebagai penutup baterai. Bisa saja Anda buka untuk sekedar melihat-lihat. Tapi jangan sekali-kali Anda mencoba untuk membuka cover tersebut. Sebab jika tidak mengetahui cara yang benar, sudah dipastikan Anda akan mengalami cidera serius bahkan mematikan. Jika Anda menemukan masalah baterai yang terinformasi lewat panel meter, maka sebaiknya Anda langsung menghubungi bengkel Honda terdekat. All New Civic Hybrid VS Toyota Prius.


Komentar