Selamat datang di BLOG WIRANIAGA TOYOTA Surabaya

Komitmen kami: memberikan pelayanan terbaik untuk Anda, proses kredit cepat & mudah, bunga kompetitif, banyak bonus, delivery tepat waktu

Cover Area seluruh Jawa Timur: Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Pandaan, Malang, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Madura, Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Probolinggo, Situbondo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kertosono, Madiun

Pemesanan Mobil Toyota Baru Silahkan Hubungi :
TEGUH KURNIAWAN
HP. 0822-5766-7335
whatsapp/line. 0822-5766-7335
Email: sales@belitoyota.com
Wechat ID: TEGUH-TOYOTA
PIN BB 51B43B35

Home » » Komparasi Toyota Fortuner G M/T vs Chevrolet Captiva Sport D A/T vs Ford Everest XLT 2.5L TDCi

Komparasi Toyota Fortuner G M/T vs Chevrolet Captiva Sport D A/T vs Ford Everest XLT 2.5L TDCi

harga mobil fortuner bekas sekenKomparasi Toyota Fortuner G M/T vs Chevrolet Captiva Sport D A/T vs Ford Everest XLT 2.5L TDCi - Kisah mbah Marijan terpisahkan dari gunung Merapi. Namun banyak kisah heroik kuncen abdi dalem Yogyakarto hadiningrat lain yang tak kalah seru. Kemurkaan Merapi dihadapi kepasrahan mendalam. "Semua berpulang kepada Gusti Allah," terang Sadjiman, yang dalam 'KTP' keraton dianugerahi nama alias Suraksohaldoko. Komparasi Toyota Fortuner G M/T vs Chevrolet Captiva Sport D A/T vs Ford Everest XLT 2.5L TDCi.

Keseharian Sadjiman yang berumur 47 tahun terdengar sepele. Seperti merapikan batu-batu penghalang jalan setapak menuju puncak Merapi. Namun kemampuan jelajahnya, bisa 2-4 jam berjalan kaki dari puncak tertinggi yang bisa dicapai Fortuner, Captiva dan Everest. Kebaikan hatinya bukan cuma menuntun pencinta alam menikmati gunung yang sejak 1548 sudah meletus 68 kali itu, tapi juga membantu ekspedisi trio SUV diesel. Sadjiman membantu melaporkan komparasi tiga SUV diesel dari ketinggian 2.980 m di atas permukaan laut.

Akomodasi

Sama-sama sanggup menampung 7 orang penumpang, hanya sedikit perbedaan antara ketiga kompetitor. Untuk ruang kaki tampaknya Fortuner paling lega. Posisi duduk nyaman dan kaki tidak tertekuk. Everest walau kapasitas bagasi paling luas, tapi ruang kaki tidak selega Fortuner. Sedang Captiva yang memang memiliki ruang kabin terkecil harus rela berada di urutan terakhir.

Beda saat ingin mengangkut barang. Ruang bagasi Everest menjadi paling besar. Apalagi dibantu pelipatan jok yang simpel, cukup lipat sandaran jok ke depan, apabila masih kurang jok masih bisa dilipat mendekati bangku baris kedua. Akan terlihat bagasi simpel dengan daya angkut maksimal.

Sama hal dengan Captiva, membesarkan ruang bagasi cukup hanya dengan melipat sandaran jok, maka tercipta lantai bagasi yang rata. Untuk meletakan barang Captiva memiliki keunggulan sendiri. Kaca belakang bisa dibuka terpisah dengan pintu. Sangat praktis untuk menaruh barang-barang yang tidak terlalu besar.

Fortuner yang banyak makan tempat hanya untuk meletakkan jok. Setelah melipat sandaran jok, harus melipat jok ke samping menutupi jendela belakang. Alhasil, ruang bagasi banyak tersita hanya untuk meletakan bangku.

Kesimpulannya, Everest menjadi pemenang untuk daya angkut. Kelegaan ruang dibantu kemudahan sistem pelipatan jok menjadi poin lebih. Sedang Captiva yang memiliki tingkat kepraktisan tinggi, namun dimensi bagasi yang tidak terlalu besar menjadikan nilainya sejajar dengan Fortuner. Sayangnya untuk Fortuner walau memiliki ruang bagasi yang cukup besar namun tersita saat melipat jok baris ketiganya.

Performa

Soal performa, Captiva ( 2.000 cc) menghasilkan performa terbaik, daya maksimum 150 dk/4.000 rpm dan torsi puncak 320 Nm/2.000 rpm.Tampak paduan mesin dan transmjsi otomatik tiptronik memberikan akselerasi baik layaknya manual, yang menjadi satu-satunya pilihan untuk Fortuner diesel ini. Sementara Everest, belum melengkapi diri dengan fasilitas pada transmisi otomatik seperti Captiva.

Sedangkan antara Everest dan Fortuner (2.500. cc), daya dan torsi puncak Everest yang juga menggunakan variable geometry turbo seperti Captiva (142 dk/3.500 rpm dan 330 Nm/1.800 rpm), jauh lebih besar dari Fortuner, akselerasinya lebih baik, padahal transmisi otomatiknya memiliki respons sedikit lebih lambat dibanding transmisi manual Fortuner. Daya maksimum Toyota Fortuner memang paling rendah (102 dk/3,200 rpm), namum torsi puncak merata (200 Nm/1.400-3.400 rpm). Sehingga pas di segala medan, baik di tol Cipularang, maupun rute naik-turun di sekitar Nagrek, Jabar. Namun kala memanjat kaki gunung Merapi, perlu sedikit ngotot mempertahankan putaran mesin agar Fortuner mampu mengejar laju rival-rivalnya.

Konsumsi BBM

Siapapun akan memberikan perhatian lebih soal konsumsi bahan bakar. Baik yang berada dalam ruang sejuk berAC dalam kamar hotel berbintang maupun embusan angin sejuknya di lereng Dieng. Dengan jarak tempuh lebih dari 1.800 km antara Jakarta dan Yogyakarta, hingga ke lereng gunung Merapi, tercatatlah penggunaan bahan bakar solar yang diminum masing-masing SUV ini.

Ada pendapat soal mobil berkapasitas mesin besar otomatis menenggak bahan bakar lebih banyak. Namun jika melihat hasil uji coba ini Chevrolet Captiva agaknya menggeser hal tersebut. Memang SUV dengan kontur membulat ini memiliki performa istimewa, namun soal konsumsi bahan bakar agaknya ia mesti bersaing dengan Toyota Fortuner yang memiliki mesin dengan kapasitas lebih besar.

Tampaknya dapur konsumsi bahan bakar adalah sisi istimewa buat Toyota Fortuner konsumsi solarnya relatif sama dengan Captiva! Sementara Ford Everest memang menunjukkan bahwa mesin bertenaga besar memang lebih haus!

Kenyamanan

Menikmati perjalanan di atas SUV ternyata nikmat juga. Secara garis besar, ketiga peminum Solar ini cukup nyaman buat melintas jalur Jakarta-Yogyakarta melalui jalur selatan. Lewat tol tidak diragukan lagi, meski jangkung mereka tetap stabil dan nyaman tanpa banyak goyangan. Asal jangan terlalu ekstrem bermanuver karena bodyroll bakal sangat terasa.

Melintas jalur Nagrek masih nyaman karena baru diaspal. Namun begitu masuk daerah Majenang, banyak lubang mengadang di jalan. Dengan ban besar dan ground clearance tinggi, jadi pede melibasnya. Ton guncangan tidak terlampau terasa di kabin. Mengutip komentar salah satu kru redaksi, "Jalan kayaknya mulus aja, kok."

Meski demikian, ada perbedaan karakter dari ketiga SUV. Fortuner menawarkan jok yang lebih nyaman ketimbang Everest dan Captiva. Jok Captiva relatif lebih keras. Sedangkan buat pengemudi, kenyamanan nyetir maksimal disediakan Fortuner dan Captiva dengan setelan ketinggian pada kursinya.

Selain jok, kelembutan suspensi Fortuner pun sudah teruji. Meski masih mengandalkan ladder frame, mobil dengan tenang melibas jalan bergelombang tanpa banyak guncangan. Kondisi jalan buruk pun cukup banyak diredam suspensi Captiva dan Everest. Hanya saja bantingan keduanya relatif lebih keras, terutama suspensi bagian belakang. Hal ini terasa sekali saat melintas polisi tidur. Bagian moncong mobil sudah lewat dengan mulus, namun bagian belakang relatif menyentak.

Iklim kabin pun terjamin pada ketiga SUV. Soalnya semua punya AC dengan sistem double blower. Pengemudi pun masih punya kuasa buat mengaktifkan. Toh kalau tidak ada penumpang enggak perlu hidup bukan? Bedanya, Fortuner dan Everest punya kisi-kisi di atas plafon. Sedangkan Captiva hanya punya satu kisi-kisi di sebelah kiri belakang. Kisi-kisi itu juga dilengkapi dengan pengatur kipas blower.

Fitur

Membahas keunggulan fitur di mobil SUV diesel ini benar-benar harus secara detail. Perbedaan fitur standar di mobil membuatnya tergolong sulit untuk memutuskan. Seperti Ford Everest, memiliki banyak cup holder. Baik itu di depan, konsol tengah maupun jok paling belakang sekalipun. Tiap sisinya terdapat lubang untuk menempatkan minuman.Tapi ternyata hal ini tak cukup membuat Everest bisa melenggang puas. Pasalnya Toyota Fortuner juga memiliki banyak cup holder yang masih ditambah dengan folder persis di depan lubang AC sehingga minuman bisa tetap dingin.

Beralih ke kelengkapan lainnya. Seperti lampu sein yang ada di spion, tiap SUV sudah disediakan, namun hanya Everest yang memiliki lampu tersorot ke bawah untuk menyinari sekeliling ketika pintu terbuka, Disini Everest unggul. Masih di spion, Toyota Fortuner unggul karena bisa dilipat secara elektrik, sedang Everest dan Captiva tidak bisa. Sedikit banyak membantu ketika melewati jalan sempit sehingga tangan tak perlu keluar untuk melipat spion.

Fitur sebagai faktor penambah kenyamanan berkendara tergambar di Toyota Fortuner. Dengan display yang cukup imut jika dibanding bodinya, Fortuner memiliki Multi Information Display (MID) yang bisa menampilkan konsumsi solar yang terpakai secara rata-rata dan suhu luar. Ini yang tak dimiliki kedua kompetitorya. Selain itu foglamp sebagai pembantu ketika melewati daerah berkabut ditemui pada Everest dan Fortuner.

Namun untuk urusan in car entertainment Captiva dan Fortuner bisa bersaing. Keduanya sama-sama sudah bisa dijadikan monitor walau di Captiva masih bersifat optional, namun setidaknya unggul dibanding Everest yang hanya bisa cd saja.

Secara keseluruhan, Fortuner menjadi terdepan di soal fitur ini. Karena masih ditambah adanya sensor parkir yang juga ada di Everest. Sayang Fortuner hanya tersedia manual. Sedang rivalnya terdapat otomatis.

Style

Tidak bisa dipungkiri kalau style dari ketiga SUV ini memiliki kekuatan yang sama. Toyota Fortuner dengan bodi besarnya yang sedikit membulat terasa pas dengan bentuk lampu depan yang besar dan sein yang terintergasi di dalam batok. Bagian buritan juga tak membosankan. Dengan lekukannya disamarkan oleh bentuk lampu yang cukup lebar.

Pada SUV diesel yang di test Ford Everest memiliki tampang yang terbilang konservatif. Pasalnya bentuk muka serba kotak seperti mobil bukan pada zamannya. Selain itu masih ditambah pula dengan kap mesin yang benar-benar rata. Hal ini membuat tiap ujung kap mesin bisa terpantau dengan mudahnyasehinggatak perlu ragu ketika membelok. Tak hanya bentuk depan saja yang kotak, samping dan buritan juga sangat kotak.

Sedang untuk Chevrolet Captiva, dimensinya terbilang paling kecil jika dibanding rivalnya. Walau demikian tak lantas membuatnya menjadi kaku. Bentuk depan dan buritan justru paling rounded. Ini justru membuatnya cantik diantara Fortuner dan Everest yang terkesan gagah. Semakin terlihat membulat berkat aplikasi bentuk lampu belakang layaknya telor digoreng 'mata sapi'. Kesan sport dan suka 'berlari' timbul di Captiva berkat hadirnya kedua moncong kanlpotyang bernuansa krom.

Perihal pintu belakang, semuanya memiliki kemudahan ketika memasukkan barang saat ekspedisi Merapi di jalankan. Pintu Everest terbuka dengan lebarnya. Sedang Fortuner dan Captiva pintunya terbuka ke atas. Namun di Captiva, kaca belakang juga bisa terbuka ke atas. Memudahkan menaruh barang. Selain itu, bisa memotret sisi belakang mobil tanpa harus membuka pintu yang kadang kala justru tidak aman.

Lihat aplikasi ini, Everest benar konservatif namun tetap memberi kemudahan bagi siapapun juga.

Value for Money

Menjajaki kota Klaten hingga ke pesisir Parangkusumo, sampai menapaki jalur terjal di lereng gunung Merapi dan mampir sejenak ke dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah, rasanya cukup terakomodir dengan ketiga SUV bermesin diesel dengan torsi besar khas mobil peminum solar, belum lagi bodi jangkung yang paling pas untuk menjelajah hingga berbagai pelosok dengan kondisi jalan kurang ramah untuk dijamah mobil dengan ground clearance rendah.

Bicara banderol retail on the road (OTR)-nya, Ford Everest XLT 2.5LTDCI 4x2 memiliki harga paling rendah (Rp 310,7 juta), tetapi ada keistimewaan tersendiri, yaitu sudah meggunakan transmisi otomatik. selain itu keleluasaan interior juga jadi andalan SUV dengan nama puncak gunung tertinggi di dunia itu. Kapasitas angkut barang dan orang pun jadi keistimewaan. Soal daya tahan? Ford sudah lebih dulu melanglang buana dengan mesin dieselnya, lewat 'kembaran' double cabnya, Ranger.

Sementara posisi tengah diduduki Chevrolet Captiva 2.0 Sport D A/T seharga Rp 324,345 juta yang juga matik dengan kelengkapan triptonik. Boleh dibilang ini merupakan pendatang baru SUV diesel di tanah air, tetapi soal tarikan mesin memang diunggulkan oleh SUV berlogo Bow Tie ini.

Sedangkan Toyota Fortuner 2.5 G merupakan satu-satunya peserta komparasi ini yang hanya dijual dalam versi transmisi manual, merupakan varian SUV diesel dengan harga retail paling tinggi. Tetapi didukung dengan brand image cukup baik dan kelengkapan yang memadai.Tentunya ini cukup sebanding dengan konsumsibahan bakarnya yang cukup irit.

Kesimpulan

Fortuner dan Captiva sangat menonjol di komparasi ini. Kaizen Toyota mengisyaratkan platform mesin yang sama seakan inilah Innova diesel versi jangkung. Mesin dan transmisi yang sederhana klop dengan kurva penilaian yang konstan di semua lini.

Hal menonjol dari Fortuner ada pada konsumsi BBM dan kenyamanan yang di atas rata-rata. Selebihnya, hal-hal yang terlihat simpel malah menjadi kekuatan Toyota Fortuner.

Hal berbeda dengan Captiva yang terlihat high end. Setidaknya terlihat dari transmisi triptonik yang sangat fun. Begitu juga dengan mesin yang powerful dengan teknologi Variable Geometry Turbo dan harga yang tergolong baik. Pilihan bagus buat Anda yang berani keluar dari pakem yang ada.

Sementara Everest memberikan dinamika dalam komparasi ini. Akomodasinya paling baik dibanding yang lain. Tentunya dengan pengalaman ketangguhan yang sudah disuguhkan sebelumnya. * Komparasi Toyota Fortuner G M/T vs Chevrolet Captiva Sport D A/T vs Ford Everest XLT 2.5L TDCi

Harga Mobil Terbaik & Informasi Terupdate

Toyota Surabaya, Dealer Resmi Mobil Toyota di Surabaya dan wilayah Jawa Timur. Melayani Cash & Kredit dengan jaminan Harga Mobil Toyota Terbaik. Toyota Surabaya, akan selalu menyajikan informasi seputar mobil Toyota mulai dari Daftar Harga Mobil Toyota Surabaya terbaru dan Terupdate tiap bulan, Promo Produk Mobil Toyota Terbaru, Kredit Mobil Toyota, Alamat Dealer Resmi Toyota wilayah Jatim, serta jadwal pameran mobil Toyota di Surabaya.

Dapatkan juga TOYOTA SERVICE, diantaranya:

  • EXPRESS MAINTENANCE
    Toyota Surabaya mempersembahkan program terbaru yaitu “Toyota Express Maintenance“. Dengan pelayanan yang bermoto “Time is yours“, pelangggan Toyota dapat melakukan perbaikan kendaraannya dengan waktu yang lebih cepat.
  • SERVICING PERIODIC
    Menjamin kenyamanan berkendara sepanjang waktu.
  • BODY & PAINT
    Ekspresi gaya dan warna berkendara. Kami memahami kendaraan Anda adalah cermin kebanggaan Anda yang bersifat fungsional dan bersifat seni. Serta kendaraan yang harus tampil baik di dalam, maupun tampilan luarnya. Untuk itulah Toyota menyediakan layanan Perbaikan Bodi.
  • TOYOTA GENUINE ACCESSORIES (TGA)
    Tempat yang tepat untuk meningkatkan penampilan mobil Toyota Anda.
  • TOYOTA GENUINE PARTS
    Jaminan kualitas Parts Toyota demi kenyamanan dan kepuasan Anda. Gunakan selalu Toyota genuine parts.
  • TRADE IN CAR
    Mudah di saat Anda ingin mengganti dengan mobil Toyota baru.

Dealer Mobil Toyota Surabaya, layanan penjualan mobil Toyota yang meliputi: Calya, Agya, Etios, Sienta, Avanza, Kijang Innova, Rush, Fortuner, Yaris, Yaris Heykers Crossover, Vios, Corolla Altis, Camry, Hilux, NAV1, Hiace, Land Cruiser, Alphard, Vellfire, FT-86. Baik pembayaran secara Cash atau Kredit (kredit mobil Toyota) dengan jaminan harga mobil terbaik untuk wilayah Surabaya.


WIRANIAGA TOYOTA DI KOTA ANDA
Ambon - Maluku
Balikpapan - Kalimantan Timur
Banda Aceh
Bandar Lampung
Bandung - Jawa Barat
Bangka Belitung
Bangkalan, Madura - Jawa Timur
Banjarbaru - Kalimantan Selatan
Banjarmasin - Kalimantan Selatan
Banyuwangi - Jawa Timur
Batam - Kep. Riau
Batulicin - Kalimantan Selatan
Bekasi - Jawa Barat
Bengkulu
Berau - Kalimantan Timur
Blitar - Jawa Timur
Bogor- Jawa Barat
Bojonegoro - Jawa Timur
Bondowoso - Jawa Timur
Bulukumba - Sulawesi Selatan
Cianjur - Jawa Barat
Cikarang - Jawa Barat
Cilacap - Jawa Barat
Cilegon - Jawa Barat
Cirebon - Jawa Barat
Denpasar - Bali
Depok - Jawa Barat
Duri - Riau
Garut - Jawa Barat
Gianyar - Bali
Gresik - Jawa Timur
Jakarta Barat
Jakarta Pusat
Jakarta Selatan
Jakarta Timur
Jakarta Utara
Jambi - Sumatera
Jember - Jawa Timur
Jombang - Jawa Timur
Kediri - Jawa Timur
Karawang - Jawa Barat
Kertosono - Jawa Timur
Kolaka - Sulawesi Tenggara
Kudus - Jawa Tengah
Kupang - Nusa Tenggara Timur
Lamongan - Jawa Timur
Lhokseumawe - Aceh
Lumajang - Jawa Timur
Madiun - Jawa Timur
Magetan - Jawa Timur
Makassar - Sulawesi Selatan
Malang - Jawa Timur
Manado - Sulawesi Utara
Manokwari - Papua Barat
Mataram, Lombok - NTB
Medan - Sumatera Utara
Melak - Kalimantan Timur
Merauke - Papua
Mojokerto - Jawa Timur
Nabire - Papua
Negare - Bali
Nganjuk - Jawa Timur
Ngawi - Jawa Timur
Pacitan - Jawa Timur
Padang - Sumatera Barat
Palangkaraya - Kalimantan Tengah
Palembang - Sumatera Selatan
Pandaan - Jawa Timur
Pangkalan Bun - Kalimantan Tengah
Pamekasan, Madura - Jawa Timur
Pasuruan - Jawa Timur
Pekalongan - Jawa Tengah
Pekanbaru - Riau
Ponorogo - Jawa Timur
Pontianak - Kalimantan Barat
Probolinggo - Jawa Timur
Purwokerto - Jawa Tengah
Salatiga - Jawa Tengah
Samarinda - Kalimantan Timur
Sampang, Madura - Jawa Timur
Sanur - Bali
Semarang - Jawa Tengah
Sengkang - Sulawesi Selatan
Serang - Banten
Sidoarjo - Jawa Timur
Singaraja - Bali
Sintang - Kalimantan Barat
Situbondo - Jawa Timur
Solo - Jawa Tengah
Soppeng - Sulawesi Selatan
Sorong - Papua Barat
Sorowako - Sulawesi Selatan
Subang - Jawa Barat
Sumenep, Madura - Jawa Timur
Sukabumi - Jawa Barat
Tana Toraja - SulSel
Tangerang - Banten
Tangerang Selatan
Tanjung Karang - Lampung
Tanjung Tabalong - Kalimantan Selatan
Tarakan - Kalimantan Timur
Tasikmalaya - Jawa Barat
Tenggarong - Kalimantan Timur
Tabanan - Bali
Tegal - Jawa Tengah
Timika - Papua
Trenggalek - Jawa Timur
Tuban - Jawa Timur
Yogyakarta - DIY
Wiraniaga Toyota yang tertarik untuk mempromosikan profil Anda di blog ini, silahkan mengirim permintaan dan data Anda melalui email: sales@belitoyota.com

Terbanyak Dibaca